Ternak Website
Mompreneur

Tips Menjalankan Bisnis bagi Kaum Wanita

Menjalankan Bisnis

Memulai menjalankan bisnis dapat diibaratkan sebagai orang yang mengemudikan mobil. Hal ini disebabkan orang yang menjalankan usaha / bisnis harus berhati-hati agar dapat berjalan dengan lancar dan dapat mengendalikan usahanya.

Menjalankan Bisnis

Tips Menjalankan Bisnis bagi Kaum Wanita

Di samping itu, sebisa mungkin Anda juga tidak melanggar rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam berbisnis. Dan menghindari adanya kecelakaan dengan sesama serta mengantarkan pada tujuan yang diinginkan, yaitu keuntungan.

Sebelum Anda mengatasi kesulitan dalam berbisnls, perlu Anda sadari bahwa dalam memulai berbisnis, kesulitan adalah hal yang terjadi. Menyadari adanya kesulitan membuat Anda lebih cepat mengatasinya karena di sanalah terdapat sebagian dari pemecahan masalah.

a. Alasan Kesulitan dalam Berbisnis

Kadang memulai sesuatu seperti menjalankan bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada saja beberapa bayangan ketakutan yang menghantui niat untuk membuka suatu usaha. Berikut beberapa kesulitan yang biasanya membayangi ketika memulai suatu usaha.

1. Tidak mempunyai modal

Kebingungan yang sering melanda para ibu ketika di awal menjalankan bisnis adalah :

  • ke mana akan mencari modal,
  • berapa modal yang dibutuhkan untuk usaha ini,
  • bagaimana modal tersebut dapat menghasilkan keuntungan, dan
  • bagaimana Anda maju tanpa modal.

2. Kepercayaan diri

Banyaknya ketakutan dari dalam diri seorang ibu membuat seorang calon mompreneur banyak yang tidak jadi melangkah. Hal ini disebabkan tidak adanya kepercayaan diri.

3. Belum punya jaringan

Sulitnya mencari jaringan karena kurang banyaknya orang yang Anda kenal atau kurang bergaul.

4. Belum memiliki skill dalam mengelola bisnis

Skill berbisnis memang hambatan yang sering dijumpai oleh ibu-ibu.

5. Takut dengan risiko kegagalan

Dalam menjalankan bisnis / usaha, apa pun itu, kita harus siap dalam menghadapi suatu kegagalan.

Kegagalan dalam membuka usaha merupakan suatu risiko yang kemungkinan akan Anda alami. Pada umumnya para pebisnis, laki-laki ataupun perempuan pernah mengalami kegagalan di awal membangun bisnisnya.

b. Mengatasi Kesulitan dalam Berbisnis

Berikut beberapa cara mengatasi kesulitasn ketika menjalankan bisnis :

1. Solusi Mencari Modal

  • Menulis dan mendaftarkan berbagai sumber modal yang Anda punya. Sumber modal tersebut bisa Anda dapat dari sumber dana pribadi maupun pinjaman.
  • Memperkirakan dan juga menghitung modal akan kembali (break even point) serta menghasilkan keuntungan untuk Anda.
  • Mencari partner untuk menjalin kerja sama yang bisa membantu Anda dalam mengelola modal. Partner tersebut pun bisa membantu Anda untuk memecahkan masalah kebuntuan dalam pengelolaan keuangan.

2. Cara Memupuk Kepercayaan Diri Anda

  • Mendata sebanyak mungkin prestasi atau kelebihan yang Anda miliki.
  • Menghargai berbagai prestasi kecil yang pernah dilakukan akan meningkatkan kepercayaan diri Anda.
  • Mendaftarkan berbagai kelebihan yang Anda punya, lalu menempelkannya di dinding kamar.

3. Cara Mudah Mencari Jaringan

  • Mendaftarkan nama orang-orang yang sering berinteraksi dengan Anda. Misalnya tetangga, kerabat, teman-teman kuliah, atau teman-teman sekolah.
  • Mengurutkan nama prospek mitra bisnis. Mulai dari orang yang paling besar kemungkinannya untuk diajak kerja sama hingga orang yang paling sulit untuk diajak kerja sama.
  • Memilih beberapa orang dari list di atas dan mulai menghubungi mereka. Hal tersebut untuk melihat siapa yang bersedia ikut bisnis Anda.
  • Menawarkan produk pada orang yang baru Anda kenal secara baik-baik. Dan buat orang tertarik untuk memperhatikan Anda.

4. Menghadirkan Skill Berbisnis

  • Belajar pada orang yang lebih ahli, seperti mengikuti kursus.
  • Belajar otodidak lewat buku.
  • Mengajak partner untuk menjalin kerja sama.
  • Mencari teman yang ahli dan telah berpengalaman dengan bisnis yang akan Anda kerjakan.
  • Belajar pada pakar yang telah berpengalaman.
  • Membangun skill apapun perlu waktu. Tak ada skill yang tercipta dengan sendirinya. Dengan latihan terus-menerus, maka skill itu akan terasah.

5. Atasi Ketakutan Anda

  • Menanamkan pada diri Anda bahwa 80% dari kecemasan sama sekali tak terbukti dan tak jadi
  • Menjalani bisnis yang Anda tekuni sebaik mungkin. Sebab hal ini bisa menyingkirkan rasa takut dalam diri Anda.
  • Belajar lebih struggle dalam menjalankan bisnis.

Bila anak kecil saja bisa jatuh berkali-kali dan bangun berkali-kali saat sedang belajar berjalan. Anda seharusnya bisa lebih struggle. Tiap orang termasuk Anda pun pernah kecil. Sehingga Anda pernah merasakan bagaimana rasanya gagal.

Namun, Anda tak pernah berhenti belajar dan terus berusaha supaya bisa berjalan. Bila saat itu berhenti belajar, Anda selamanya tak akan pernah dapat berjalan hingga sekarang.

c. Mengakali Keterbatasan Modal

Bila Anda bisa memulai menjalankan bisnis dengan dana merupakan hal yang bagus. Sebab untung dan rugi ditanggung si pengelola bisnis itu sendiri.

Namun, bila Anda tak memiliki modal sama sekali, meminjam bisa jadi sebuah solusi terakhir. Sampai sekarang berbagai cara memperoleh modal bisa Anda lakukan.

1. Mencari Pinjaman

Anda bisa memanfaatkan pinjaman uang dari saudara atau teman untuk menjalankan bisnis. Ada sebuah persyaratan tak tertulis saat meminjam uang pada saudara atau teman sehingga Anda harus menepatinya.

Tips Praktis

  • Mulailah dengan melihat sisi kelebihan dan kekurangan Anda.
  • Mencari orang yang memiliki kekuatan di sisi lemah Anda tersebut.
  • Mulai mengadakan pendekatan untuk melakukan kerja sama bisnis dengan orang tersebut.

2. Menggandeng Partner

Mencari teman yang bisa memberikan modal dan bisa diajak kerja sama. Untuk itu, cobalah bekerja sama dalam menjalankan bisnis dengan sistem saling menguntungkan. Anda juga harus jeli melihat sumber daya manusia (SDM) yang bisa diajak kerja sama.

3. Manfaatkan Lembaga Keuangan

Untuk membuka atau menjalankan bisnis dengan skala kecil dan menengah, Anda bisa memanfaatkan simpedes (simpanan pedesaan). Sernentara itu, Usaha yang berskala besar, Anda bisa meminjam uang pada bank yang lebih besar.

Tips Praktis

Dalam memanfaatkan lembaga keuangan, Anda harus menghitung apakah dalam jangka waktu yang telah disepakati tersebut bisa dikembalikan. Bila tidak, bisa berujung ke lembaga pengadilan atau terjadi penyitaan berbagai barang berharga milik keluarga.

4. Memanfaatkan Jasa Pegadaian

Dengan menggadaikan sebagian kecil dari berbagai barang yang sudah tidak atau kurang digunakan di rumah akan menambah permodalan Anda.

5. Memanfaatkan Kerjasama Perserikatan UKM

Anda harus memanfaatkan kerjasama dalam menjalankan bisnis dengan perserikatan usaha kecil dan menengah (UKM). Hal tersebut menghasilkan berbagai peluang yang bagus seperti :

  • Saling berbagi informasi dan peluang bisnis antara jaringan UKM yang telah terlembagakan dengan baik.
  • Memungkinkan untuk belajar lebih cepat dan memiliki jaringan ke banyak orang.
  • Mudah untuk mendapatkan akses modal.
  • Memperluas jaringan dan wawasan.
  • Mencari sumber modal.
  • Belajar bekerja sama dengan orang lain.

6. Konsultasi ke Pakar Keuangan

Konsultasi ke pakar keuangan bisa Anda lakukan untuk membantu meringankan pekerjaan. Apalagi jika Anda mengelola atau menjalankan bisnis berskala besar dan memerlukan modal yang besar pula.

Namun, konsultasi dengan pakar keuangan biasanya akan dikenai tarif yang cukup mahal. Tentu saja karena yang dibaginya yaitu ilmu.

Latihan Praktis

  • Layangkan keluhan dan problematika Anda pada media massa seperti surat kabar yang memuat rubrik konsultasi finansial / keuangan.
  • Bacalah media massa yang menyediakan rubrik konsultasi finansial / keuangan secara rutin. Satu dari seratus masalah yang ada di rubrik tersebut mungkin mirip dengan masalah Anda. Di sana Anda dapat belajar banyak secara free / gratis.
  • Bila kebetulan kondisi keuangan Anda sedang bagus, tak ada salahnya menimba ilmu langsung dari pakar keuangan. Artinya, Anda bisa langsung mendatangi pakar keuangan tersebut.

d. Tempat Meminjam Uang

Tak ada tempat peminjaman uang yang ideal untuk menjalankan bisnis. Namun Anda bisa memilih mana yang sesuai dengan kesanggupan Anda saat membayarnya. Berikut beberapa pilihan berutang kepada :

Saudara dekat / family

Keuntungan

  • Prosesnya sederhana, tak memakai syarat yang berbelit-belit
  • Tak terikat waktu dan tempat peminjaman
  • Peminjaman biasanya tak memakai bunga

Kekurangan

  • Dapat memecah hubungan persaudaraan
  • Dapat menimbulkan rasa segan dan malu
  • Bila ada masalah dalam pelunasan hutang, tak jarang diakhiri dengan konflik yang merusak persaudaraan
  • Tak jarang konflik tersebut mengakibatkan nama baik seseorang menjadi tercemar di mata keluarga yang lain

Lembaga keuangan

Kelebihan

  • Lembaga yang formal dan resmi
  • Dokumentasi tertulis dan rapi
  • Memiliki landasan hukum yang jelas

Kekurangan

  • Susah mengajukan kredit tanpa agunan
  • Kemungkinan akan berhadapan dengan hukum untuk penyelesaian masalah dalam utang piutang
  • Tak kenal belas kasihan dan penundaan pembayaran

Teman dekat

Keuntungan

  • Mudah dalam peminjaman
  • Mudah memperoleh kepercayaan
  • Bisa fleksibel dalam pembayaran
  • Biasanya tak memakai bunga

Kerugian

  • Bisa merusak hubungan pertemanan
  • Membuat jarak dengan teman
  • Meremehkan dokumentasi
  • Menunda-nunda pembayaran dengan alasan kedekatan

Pegadaian

Kelebihan

  • Bisa berutang dalam jumlah besar
  • Barang jaminan diberikan pada lembaga yang bisa dipercaya
  • Pinjaman cepat dan keamanan terjamin
  • Praktis dan berbunga rendah

Kekurangan

  • Harus menyediakan jarninan
  • Risiko barang tak dikembalikan (penyitaan)
  • Besarnya utang bergantung pada nilai barang yang Anda miliki
  • Tak semua barang bisa digadaikan

Koperasi simpan pinjam

Kelebihan

  • Bunganya tak terlalu tinggi
  • Pengembaliannya bisa dicicil
  • Lokasi peminjaman dekat dengan tempat tinggal
  • Tak menggunakan syarat-syarat yang rumit seperti di Bank

Kekurangan

  • Komitmen anggota banyak yang negatif
  • Rasa malas untuk membayar
  • Kemajuan koperasinya bergantung kepada anggotanya

Tata Cara Meminjam Uang

  • Peminjaman dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak. Artinya tak ada paksaan dan paksa-memaksa dalam hal ini.
  • Peminjaman dalam skala besar hendaklah memakai surat perjanjian tertulis yang jelas dan tegas. Surat perjanjian tersebut harus ditandatangani oleh Anda dan pemberi pinjaman. Jika perlu harus dilihat oleh beberapa saksi.
  • Pelanggaran atas perjanjian jadi tanggung jawab pihak yang melanggar dan jika perlu selesaikan secara hukum ke pengadilan.

e. Menjalankan Usaha Keluarga, Why Not?

Jika keluarga Anda sudah memiliki usaha yang sudah berjalan sebelumnya, tak ada salahnya untuk meneruskannya. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari menjalankan bisnis keluarga.

1. Memanfaatkan Keluarga Besar

Saat ini bisnis yang dilakukan oleh sekeluarga (bisnis keluarga) sudah mulai marak di Indonesia. Namun, hingga kini masih ada paradigma yang salah tentang menjalankan bisnis keluarga ini.

Bisnis keluarga cenderung dinilai negatif sebab dianggap tak profesional. Padahal, biasanya perusahaan-perusahaan besar di dunia pun sebenarnya bermula dari bisnis keluarga. Misalnya seperti perusahaan Ford di Amerika Serikat dan perusahaan Fiat di Italia.

2. Aspek Positif Bisnis Keluarga

Berikut beberapa aspek positif menjalankan bisnis keluarga :

  • Adanya komitmen kerja yang tinggi dari semua anggota keluarga terkait.
  • Rasa memiliki (l’esprit de corps) mengakibatkan lebih cepatnya pencapaian dari tujuan perusahaan.
  • Adanya keserasian tata nilai dari anggota keluarga.
  • Mempermudah terciptanya budaya korporasi yang sama di antara mereka sampai pengelolaan perusahaan berjalan lancar.
  • Biasanya, sumber keuangan / finansial perusahaan didanai secara konservatif atau berasal dari dana pribadi.
  • Tahu watak dan karakter pribadi masing-masing. Bila ada perselisihan antaranggota keluarga, akan lebih mudah diselesaikan.
  • Persoalan bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

3. Aspek Negatif Bisnis Keluarga

Berikut beberapa aspek negatif menjalankan bisnis keluarga :

  • Manajemen yang tidak atau kurang profesional dan pemilihan anggota keluarga untuk jabatan penting dalam perusahaan.
  • Perolehan tenaga ahli yang bersedia membantu di perusahaan keluarga pun agak sulit. Ada kekhawatiran dari tenaga ahli atau profesional, jabatan puncak tak pernah akan diraihnya dalam berkarier di perusahaan keluarga tersebut.
  • Rasa tak percaya pada profesional yang bukan anggota keluarga pemilik perusahaan mengakibatkan tak betahnya profesional bekerja.
  • Suksesi yang tak dipersiapkan pemimpin perusahaan bagi penerusnya bisa menimbulkan masalah. Katakan saja terjadinya perebutan kekuasaan di antara generasi penerus atas jabatan pimpinan yang menimbulkan perpecahan.
  • Keinginan generasi penerus untuk menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan usaha di bidang lain yang sebenarnya tak dikuasainya dengan baik.
  • Sering terjadi persaingan terselubung di antara suami dan isteri pemilik perusahaan keluarga.
  • Konfiik berkepanjangan di antara anggota keluarga pemilik perusahaan.
  • Tak bersedia meminta bantuan pihak ketiga yang netral, sehingga sering menimbulkan perpecahan di antara keluarga. Dan ini menjadikan perusahaan dibubarkan atau dibagi-bagi jadi perusahaan-perusahaan yang lebih kecil atau bahkan habis.
  • Tak adanya komunikasi yang baik. Berawal dari tak adanya keinginan untuk saling membuka diri dan niat untuk mencari solusi.

4. Solusi Mengatasi Aspek Negatif dalam Bisnis Keluarga

Berikut beberapa solusi mengatasi aspek negatif dalam menjalankan bisnis keluarga :

  • Profesionalisme bagi anggota keluarga maupun bukan anggota keluarga.
  • Keadilan yang merata dalam hak dan kewajiban anggota perusahaan.
  • Perlakuan yang sama bagi semua supaya tak ada yang merasa didis-kriminasikan.
  • Pendanaan harus rasional dan hati-hati.
  • Pengupahannya disesuaikan dengan performance masing-masing, bukan berdasarkan lama kerja atau pertalian darah. Ini mendorong anggota perusahaan untuk bekerja kreatif produktif, dan efektif.
  • Memercayai anggota perusahaan di luar anggota keluarga dengan pengawasan yang semestinya dari semua anggota perusahaan.
  • Penanaman modal usaha di bidang lain, sesuai kemampuan dan keahlian anggota perusahaan.
  • Melibatkan keluarga dalam bisnis bukan berarti selalu melibatkan anggota keluarga dalam bisnis. Mereka pun bisa Anda manfaatkan untuk membantu dalam kepentingan nonbisnis, seperti mengasuh anak dan mencari jaringan.

5. Plus – Minus Perusahaan Keluarga

Berikut beberapa plus minus ketika menjalankan bisnis / perusahaan keluarga :

Plus Perusahaan Keluarga

  • Penyelesaian masalah bisa dilakukan dengan cara kekeluargaan
  • Mudah dalam hal pendanaan
  • Mudah dalam akses informasi, sebab ada dalam rumah yang sama atau dalam domisili yang berdekatan
  • Segala resiko baik keuntungan ataupun kerugian ditanggung bersama
  • Mudah dalam mengumpulkan SDM dibandingkan orang lain

Minus Perusahaan Keluarga

  • Image usaha keluarga yang kurang professional
  • Kurang terbuka dalam penyelesaian masalah
  • Konflik dalam usaha dapat merusak hubungan kekeluargaan
  • Tak transparan dalam hal keuangan sebab tak adanya kepercayaan pada anggota keluarga

Baca juga : Persiapan Menjadi Seorang Mompreneur Sejati yang Sukses

Demikian informasi perihal Trik dan Tips Menjalankan Bisnis bagi kaum Wanita, semoga postingan ini berguna buat kalian. Kami berharap artikel menjadi mompreneur ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Comment

WeCreativez WhatsApp Support
Admin ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!