Ternak Website
Ratu Bisnis

Sebagian Besar Muslimah Bekerja Sebagai Pegawai

Sebagian Besar Muslimah Bekerja Sebagai Pegawai

Kali ini kami akan jelaskan mengenai Sebagian Besar Muslimah Bekerja Sebagai Pegawai. Sungguh sebuah anugerah bagi Anda yang terlahir sebagai seorang muslimah! Surga itu di telapak kaki ibu, bukan kaki ayah. Ada hari ibu, tapi belum ada hari ayah. Bahkan agama mengajarkan bahwa orang yang paling berhak untuk kita hormati adalah ibu, baru setelah itu ayah kita. Betapa berharganya seorang ibu dalam pandangan agama maupun dalam norma sosial. Akan tetapi, sudahkah ibu atau muslimah itu sendiri mampu menunjukkan keberhargaannya dalam pranata ekonomi yang pada akhirnya juga akan berimbas pada pranata sosial?

Sebagian Besar Muslimah Bekerja Sebagai Pegawai

Sebagian Besar Muslimah Bekerja Sebagai Pegawai

Para muslimah bekerja di luar rumah, atau orang biasa menyebut wanita karier kini makin banyak. Pada awalnya, para muslimah bekerja karena desakan ekonomi, tapi kini sudah merupakan life style. Wanita karier akan merasa lebih dihargai dalam pranata ekonomi dan sosial. Tentu saja ini sebuah perkembangan yang positif. Setidaknya, seorang muslimah mampu memiliki lingkup sosial yang lebih luas. Tidak hanya sebatas dapur, sumur dan kasur.

Tapi jika kita melihat lebih dalam mengenai profesi-profesi yang dijalankan para muslimah, sepertinya para muslimah masih terjebak dalam paradigm ‘perempuan atau muslimah makhluk halus’. Yaitu pemikiran yang menganggap para muslimah hanya cocok melakukan pekerjaan-pekerjaan halus seperti bagian administrasi, front office, operator telepon, consumer service, dll.

Banyak muslimah yang terlibat dalam dunia bisnis. Tapi keterlibatan muslimah bekerja sebagai pegawai ini mirip seperti robot-robot pekerja yang tiap hari melakukan rutinitas pekerjaan halus itu-itu saja. Sebatas pegawai yang tunduk perintah atasan. Masih jarang seorang muslimah berada dalam posisi direksi atau pemilik perusahaan.

Coba kita tengok di perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi. Hampir semua pekerjaan sekretaris, operator komputer dan urusan administrasi lainnya didominasi oleh para muslimah atau perempuan. Tapi seiring dengan era digitalisasi dan otomatisasi, pekerjaan-pekerjaan administrasi yang cenderung pasif dan monoton mulai digantikan oleh teknologi mesin. Ini jauh lebih cepat dan murah dibanding tenaga manusia.

Teknolofi untuk Efisiensi

Pada awalnya, kemunculan teknologi ini untuk mencari efisiensi, tapi ke depan, teknologi ini akan menggeser posisi para muslimah dan para muslimah akan kehilangan profesinya. Jika Anda seorang muslimah yang berjiwa pemimpin, Anda pasti telah memposisikan diri Anda sebagai lokomotif, bukan sekedar gerbong !

Entah karena jumlah perempuan (muslimah) yang lebih banyak dibanding laki-laki, atau karena seorang muslimah itu tercipta sebagai ‘makhluk penuh pesona’. Yang jelas, para muslimah selalu dimanfaatkan untuk menjaring pasar. Amati saja tabloid-tabloid atau majalah-majalah yang beredar di pasaran, sebagian besar menggunakan sosok wanita sebagai model cover dan ini diyakini dapat menarik perhatian publik yang akhirnya mampu menaikkan oplah.

Iklan-iklan di televisi bahkan lebih gencar dalam eksploitasi ini. Berbagai produk, mulai dari terasi, sabun colek, hingga rumah mewah berharga milaran rupiah, hampir selalu diidentikkan dengan perempuan. Celakanya, sebagian besar penikmat acara televisi adalah perempuan. Perempuan pun telah dijadikan pangsa pasar yang empuk bagi pelaku-pelaku bisnis. Sungguh perempuan melulu menjadi korban bisnis.

Lalu apakah seorang muslimah tidak bisa berkuasa dalam dunia bisnis? Pilihan tinggal ada pada diri muslimah itu sendiri. Mau menjadi pioneer, atau justru terjerat dalam gurita bisnis orang lain.

Demikian info tentang Sebagian Besar Muslimah Bekerja Sebagai Pegawai semoga bermanfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Comment