Pilar SDM

Perekrutan Karyawan Bisnis Anda

Perekrutan Karyawan Bisnis

Topik kita kali ini yakni Perekrutan Karyawan Bisnis Anda. Usaha-usaha kecil atau skala keluarga, biasanya tidak begitu selektif dalam merekrut karyawan. Asal nurut diperintah apa saja, tidak banyak protes, itulah yang dipilih. Apakah langkah ini sudah tepat?

Perekrutan Karyawan Bisnis

Perekrutan Karyawan Bisnis Anda

Berikut contoh ilustrasi perekrutan karyawan bisnis :

Bu Linda, pemilik usaha warung makan di dekat sebuah kampus. Agar warungnya bisa buka jam 06.00, subuh-subuh dia bersama suaminya sudah harus berangkat ke pasar. Pulang dari pasar, ia bersama seorang pegawai mulai memasak, membuka warung dan mulai melayani pembeli.

Warung bu Linda buka hingga pukul sembilan malam. Setelah tutup, mereka tidak langsung istirahat. Masih harus mencuci peralatan dan bersih-bersih. Paling tidak jam sepuluh malam baru bisa tidur. Kalau ada pesanan untuk esok hari, mereka bisa kerja hingga pukul dua belas malam. Sungguh sebuah kerja keras.

Warung makan bu Linda boleh dibilang laris manis. Dalam sehari bisa menghabiskan 15 kg beras, dengan keuntungan mencapai Rp 2 juta,-. Yang menjadi masalah, setelah berkutat dengan bisnis warung makan selama hampir sepuluh tahun, Bu Linda dan suaminya tetap harus bekerja keras setiap hari, siang dan malam.

Jika ada acara penting yang mengharuskan mereka pergi, maka bisa dipastikan warung makan akan tutup karena seorang pegawainya tidak mungkin memasak dan buka warung makan sendirian. Jika salah satu, baik bu Linda atau suaminya sakit dan tidak bisa ikut kerja, maka omset mereka akan turun karena kapasitas produksi juga berkurang.

Tidak hanya bu Linda, masih banyak pebisnis lain yang terus menerus bekerja keras meskipun usia bisnisnya sudah di atas lima tahun, bahkan puluhan tahun. Masa merintis bisnis sudah bekerja keras, masa bisnis berkembang masih bekerja keras, masa tua lebih bekerja keras lagi. Apakah model bisnis seperti ini yang akan atau telah Anda jalankan? Jika jawabannya ‘ya’, maka Anda belum bisa disebut sebagai sang Ratu Bisnis.

Agar Anda layak menyandang gelar ‘ratu’, maka Anda harus bisa memberdayakan sumber daya manusia di kerajaan Anda. Kerahkan pimpinan prajurit beserta seluruh prajurit agar bekerja keras untuk kerajaan. Anda tidak perlu terjun langsung untuk menggempur pasukan musuh. Seorang ratu akan bekerja cerdas dan bijak, bukan bekerja keras.

Langkah-Langkah Bisnis

Sebagai seorang ratu alias pemilik bisnis, Anda tidak perlu terjun langsung dalam kegiatan bisnis. Apalagi untuk pekerjaan yang bersifat rutin dan monoton. Ratu adalah pemilik (owner) bukan pekerja. Agar Anda dapat bekerja cerdas dan bijak, langkah-langkah berikut ini dapat Anda coba:

  1. Rekrutlah karyawan, bukan robot!
  2. Motivasi karyawan
  3. Tentukan harga pas
  4. Berikan bonus
  5. Cek laporan keuangan

Untuk mengecek keuangan bisnis Anda, paling baik adalah mengontrol laporan keuangan tiap hari sehingga jika ada kesalahan transaksi atau kejanggalan-kejanggalan lain segera dapat diketahui. Tapi jika tidak memungkinkan, Anda bisa mengontrol laporan keuangan secara mingguan. Segera lakukan evaluasi jika penjualan stagnan atau bahkan menurun.

Tidak harus menggunakan komputer untuk membukukan semua transaksi keuangan bisnis Anda. Untuk usaha warung tenda misalnya, cukup gunakan buku tulis. Jika perusahaan Anda makin besar dan keuangan makin rumit, Anda bisa menggunakan jasa pembuat software pembukuan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Jika Anda sudah mulai menerapkan langkah-langkah di atas dan semua karyawan menjalankan sistem tersebut dengan baik, maka Anda bukan lagi pekerja pada bisnis Anda, melainkan sang Ratu Bisnis yang cerdas dan bijak.

Demikian info tentang Perekrutan Karyawan Bisnis Anda semoga bermanfaat.

Referensi:

Leave a Comment