Khusus Muslimah

Perbedaan Salon yang Biasanya dengan Salon Muslimah

Perbedaan Salon yang Biasanya dengan Salon Muslimah

Di artikel ini kami akan jelaskan mengenai Perbedaan Salon yang Biasanya dengan Salon Muslimah. Sebetulnya antara salon pada umumnya dengan salon muslimah tidak ada bedanya. Namun salon muslimah dikhususkan untuk muslimah dan kaum hawa lainnya yang menginginkan privasinya terjaga.

Perbedaan Salon yang Biasanya dengan Salon Muslimah

Perbedaan Salon yang Biasanya dengan Salon Muslimah

Mengenai perbedaan salon khusus wanita dan salon muslimah menurut salah satu pengusaha salon muslimah yaitu :

Salon Wanita yang Biasa

  1. Wanita dengan berbagai keyakinan / agama – muslim / non muslim dapat melakukan perawatan
  2. Semua treatment bisa dilakukan, mengikuti tren mode

Salon Muslimah

  1. Hanya wanita beragama Islam saja, yang bisa melakukan perawatan di tempat ini karena menurut keyakinan wanita tidak boleh memperlihatkan aurat di hadapan wanita non muslim, yang sama saja membuka aurat di depan laki-laki. Batasan aurat wanita adalah seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan.
  2. Menghadirkan suasana Islami, misalnya:
  • mengingatkan pelanggan untuk shalat tepat waktu
  • melayani pelanggan dengan ramah
  • tidak membedakan-bedakan tamu dari segi materi, siapa pun akan dilayani dengan senang hati
  • melakukan silaturahim setiap tiga bulan sekali melalui telepon
  • menawarkan makan siang apabila sudah jam makan dan pelanggan masih melakukan perawatan
  • menyuguhkan ceramah Islami via loudspeaker salon sebagai bagian dari dakwah
  • melakukan pengajian sekali setiap minggu bagi karyawan salon agar dapat melayani pelanggan dengan ikhlas
  • karyawan dilarang bergosip dan membicarakan aib pelanggan
  1. Inti perawatan lebih untuk “mensyukuri nikmat Allah”, apa yang sudah diberikan Allah itulah yang harus dirawat dan menjauhi segala sesuatu yang mengubah. Berpegang pada Al Qur’an & Hadits, misalnya :
  • tidak boleh mencabut alis
  • tidak boleh menyambung rambut (sanggul / hair extention)
  • tidak boleh mentato alis
  • tidak boleh menggunting rambut dengan model menyerupai laki-laki
  • tidak boleh perawatan menggunakan bahan-bahan yang dapat merugikan pelanggan, misalnya penggunaan bahan kimia untuk bleaching rambut, rebounding, pengecatan dll. Treatment rebounding setelah diteliti ternyata banyak sekali merugikan pelanggan, antara lain rambut patah-patah, merah, kering, rontok dan cenderung tidak tumbuh lagi. Bahkan ada klien yang trauma karena kulit kepala selalu bernanah selama satu tahun karena pihak salon salah melakukan reboinding.
  • mencat rambut menggunakan produk Henna dengan warna yang digunakan selain hitam adalah brown, chestnut, mahogany, burgundy, yellow, red supreme dll.
  • merias wajah secara soft yang lebih menonjolkan kecantikan diri, tidak berlebihan.

Itulah sedikit perbedaan salon biasa dengan salon muslimah.

Kriteria Calon Terapis

Untuk menjadi calon terapis atau kapster di  beberapa salon kecantikan muslimah menerapkan kriteria yang cukup ketat seperti :

  1. Wanita, beragama Islam
  2. Berakhlak baik, minimal hafal 30 juz
  3. Usia 17 – 35 tahun, suku Jawa atau Sunda
  4. Lulus SMA atau setara
  5. Wajah menarik, tidak harus cantik, memiliki bahasa tubuh yang baik, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
  6. Memiliki motivasi yang kuat untuk belajar dan berubah
  7. Pekerja keras, ulet, tangguh dan bisa berkomunikasi dengan baik

Demikian info tentang Perbedaan Salon yang Biasanya dengan Salon Muslimah semoga bermanfaat.

Referensi :

Leave a Comment