Pendidikan Islami

Pendidikan Anak dalam Konsep Islam bagi Orangtua

Pendidikan Anak

Apa saja pendidikan yang perlu orangtua berikan untuk anak? Mau tahu apa sajakah pendidikan untuk anak dari orangtua? Simak artikel pendidikan anak dalam konsep islam bagi orangtua ini hingga selesai.

Pendidikan Anak

Kekuatan Manusia

Seringkali orang mengatakan :

“Negara ini kuat, bangsa ini mulia dan kokoh. Tidak ada seorang pun yang berpikir untuk mengintervensi negara tersebut atau mencaploknya karena kedigdayaan dan keperkasaannya.”

Dan elemen kekuatan adalah kekuatan :

  • materi (ekonomi),
  • militer,
  • teknologi, dan
  • kebudayaan.

Tapi yang terpenting dari ini semua yaitu kekuatan manusia. Karena manusia merupakan sendi yang jadi pusat segala elemen kekuatan lainnya.

Tak mungkin senjata dapat kita manfaatkan, meskipun canggih, bila tidak ada orang yang ahli dan pandai menggunakannya. Kekayaan, meskipun melimpah, akan menjadi mubazir tanpa ada orang yang mengatur dan mendayagunakannya untuk tujuan­tujuan yang bermanfaat. Dan begitu seterusnya.

Dari titik tolak ini, kita dapati segala bangsa menaruh perhatian terhadap pembentukan individu, pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan warga secara khusus, agar mereka menjadi orang yang berkarya untuk bangsa dan berkhidmat kepada tanah airnya.

Dan sepatutnya umat Islam memperhatikan pendidikan anak­anak mereka dan pembinaan individu untuk mencapai predikat “umat terbaik”. Sebagaimana dinyatakan Allah SWT dalam FirmanNya QS. Ali Imran : 110.

Dan agar mereka bisa membebaskan diri dari jurang dalam yang rnengurung diri mereka, sehingga keadaan mereka di hadapan umat lainnya adalah seperti yang beritakan Rasulullah ﷺ,

Hadist

Peranan Penting Keluarga dalam Islam

Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik di tengah masyarakat Islam maupun masyarakat non-Islam. Karena keluarga adalah tempat pertama untuk pertumbuhan anak.

Di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang sangat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak. Yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupannya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang orangtua tanamkan dalam diri anak akan sangat membekas. Sehingga tidak mudah hilang atau berubah setelahnya.

Dari sini, keluarga punya peranan besar dalam pembangunan masyarakat. Karena keluarga adalah batu pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil-personilnya.

Musuh-musuh Islam telah menyadari pentingnya peranan keluarga ini. Maka mereka pun tak segan-segan mengarahkan segala kesungguhan dalam upaya menghancurkan dan merobohkannya.

Mereka mengerahkan segala usaha untuk mencapai tujuan itu. Sarana yang mereka pergunakan antara lain :

  1. Merusak wanita Muslimah dan menyerukan kepada mereka agar meninggalkan tugasnya yang utama dalam menjaga keluarga dan mempersiapkan generasi.
  2. Merusak generasi muda dengan upaya mendidik mereka di tempat-tempat pengasuhan yang jauh dari keluarga, agar mudah mereka rusak nantinya.
  3. Merusak masyarakat dengan menyebarkan kerusakan dan kehancuran, sehingga keluarga, individu, dan masyarakat seluruhnya dapat mereka hancurkan.

Pendidikan dalam Keluarga

Sebelum ini, para ulama umat Islam sudah menyadari pentingnya pendidikan lewat keluarga. Anak merupakan amanat bagi kedua orangtuanya.

Hatinya yang masih suci adalah permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan. Dia siap orangtua beri pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang orangtua sodorkan kepadanya.

  • Jika orangtua biasakan dan ajarkan kebaikan, dia akan tumbuh dalam kebaikan. Dan berbahagialah kedua orangtuanya di dunia dan akhirat, juga setiap pendidik dan gurunya.
  • Tapi jika orangtua biasakan kejelekan dan orangtua biarkan sebagaimana binatang ternak, niscaya akan menjadi jahat dan binasa. Dosanya pun orangtua dan walinya

Maka hendaklah orangtua :

  • memelihara, mendidik, membina, dan mengajarinya akhlak yang baik / mulia,
  • menjaganya dari teman-teman jahat,
  • tidak membiasakannya bersenang-senang, dan
  • tidak pula menjadikannya suka kepada kemewahan.

Sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut jika dewasa.

Pendidikan Anak dalam Konsep Islam

Berikut sekilas mengenai pendidikan dalam Islam :

a. Tujuan Mendidik Anak dalam Islam

Pendidikan individu dalam Islam punya 1 tujuan yang jelas dan tertentu. Yakni menyiapkan individu untuk beribadah kepada Allah SWT. Totalitas agama Islam tak membatasi pengertian ibadah pada shalat, puasa, dan haji saja. Tetapi, setiap perbuatan yang seorang muslim lakukan dengan niat untuk Allah semata merupakan ibadah.

b. Memperhatikan Anak Sebelum Lahir

Perhatian kepada anak harus kita mulai sejak sebelum kelahirannya, dengan memilih istri yang shalihah. Rasulullah ﷺ memberikan nasihat dan pelajaran kepada seorang sahabat yang hendak berkeluarga dengan bersabda :

Hadist

Begitu pula bagi wanita, hendaknya memilih suami yang tepat dari orang-orang yang datang melamarnya. Hendaknya mendahulukan laki-laki yang beragama dan berakhlak. Rasulullah ﷺ memberikan pengarahan kepada para wali kaum wanita dengan bersabda,

Hadist

Termasuk memperhatikan anak sebelum lahir adalah mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ dalam kehidupan rumah tangga kita. Rasulullah ﷺ memerintahkan kepada kita,

Hadist

c. Memperhatikan Anak Ketika dalam Kandungan

Tiap muslim akan merasa kagum dengan kebesaran agama Islam. Islam adalah agama kasih sayang dan kebajikan. Sebagaimana memberikan perhatian kepada anak sebelum kejadiannya, Islam pun memberikan perhatian besar kepada anak ketika masih menjadi janin dalam kandungan ibunya.

Islam mensyariatkan kepada ibu hamil supaya tak berpuasa pada bulan Ramadan untuk kepentingan janinnya. Rasulullah ﷺ bersabda,

Hadist

Lebih dari itu hendaklah sang ibu berdoa untuk bayinya dan memohon kepada Allah agar menjadikannya anak yang sholeh dan baik, bermanfaat bagi kedua orangtua dan seluruh kaum muslimin. Karena termasuk doa yang Allah SWT kabulkan adalah doa orangtua untuk anaknya.

d. Memperhatikan Anak Setelah Lahir

Setelah kelahiran anak, orangtua atau wali dan orang di sekitarnya dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut :

  1. Menyampaikan kabar gembira.
  2. Ucapan selamat atas kelahiran.
  3. Menyrukan adzan pada telinga bayi.
  4. Tahnik (mengolesi langit-langit mulut bayi dengan kurma atau madu).
  5. Memberi nama.
  6. Aqiqah.
  7. Mencukur rambut bayi.
  8. Bersedekah dengan perak seberat timbangannya.
  9. Khitan.
e. Memperhatikan Anak Usia 6 Tahun Pertama

Bagi orangtua perlu memberikan pendidikan anak usia 6 tahun pertama, seperti berikut :

  1. Memberikan kasih sayang yang anak butuhkan dari pihak kedua orangtua (terutama ibu).
  2. Membiasakan anak berdisiplin mulai dari bulan pertama dari awal kehidupannya.
  3. Hendaklah kedua orangtua jadi teladan yang baik bagi anak dari permulaan kehidupannya.
  4. Membiasakan anak dengan adab-adab umum yang mesti mereka lakukan dalam pergaulannya.
f. Memperhatikan Anak Setelah Usia 6 Tahun Pertama

Setelah anak usia enam tahun ke atas perlu perhatian dari orangtua, seperti :

  1. Mengenalkan Allah dengan cara yang sederhana.
  2. Mengajarkannya sebagian hukum yang jelas dan tentang halal-haram.
  3. Mengajarkan anak membaca al-qur’an.
  4. Mengajarkan anak tentang hak-hak kedua orangtua.
  5. Memperkenalkan tokoh-tokoh teladan yang agung dalam islam.
  6. Mengajarkan anak adab-adab bermasyarakat yang umum.
  7. Mengembangkan rasa percaya diri dan tanggu jawab dalam diri anak.
g. Memperhatikan Anak pada Masa Remaja (ABG)

Pada masa ini :

  • pertumbuhan jasmani anak jadi cepat,
  • wawasan akalnya bertambah luas,
  • emosinya jadi kuat dan semakin keras, serta
  • naluri seksualnya pun mulai bangkit.

Masa ini merupakan pendahuluan masa baligh. Karenanya, para pendidik harus memberikan perhatian terhadap berbagai masalah berikut dalam menghadapi remaja (ABG) :

  1. Menumbuhkan kesadaran pada anak remaja (ABC), putra maupun putri, bahwa dirinya sudah dewasa. Karena ia sendiri menuntut agar dibutuhkan sebagai orang dewasa, bukan sebagai anak kecil lagi.
  2. Mengajarkan kepada anak hukum-hukum akil baligh dan diceritakan kepadanya kisah-kisah yang dapat mengembangkan dalam dirinya sikap takwa dan menjauhkan diri dari hal yang haram.
  3. Memberikan dorongan untuk ikut serta dalam melaksanakan tugas rumah tangga. Seperti melakukan pekerjaan / tugas yang membuatnya merasa bahwa dia sudah besar / dewasa.
  4. Berupaya mengawasi anak dan menyibukkan waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat serta mencarikan teman yang baik.
h. Kesalahan Para Pendidik

Berikut beberapa kesalahan para pendidik yang mendidik anak :

  1. Ucapan pendidik tidak sesuai dengan perbuatan.
  2. Tidak adanya kesepakatan antara kedua orangtua dalam hal cara tertentu dalam mendidik anak.
  3. Membiarkan anak jadi korban televisi.
  4. Menyerahkan tanggung jawab pendidikan anak pada pembantu atau pengasuh (baby sitter).
  5. Pendidik menampakkan kelemahannya dalam mendidik anak.
  6. Berlebihan dalam memberi hukuman dan balasan.
  7. Berusaha mengekang anak secara berlebihan.
  8. Mendidik anak tak percaya diri dan merendahkan pribadinya.

Sekian informasi seputar pendidikan anak dalam konsep islam bagi orangtua, semoga artikel ini membantu kalian. Tolong artikel pendidikan islami bagi anak ini kalian share supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi : Pendidikan Anak dalam Islam, Yusuf Muhammad al-Hasan

Leave a Comment

WeCreativez WhatsApp Support
Admin ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!