Investasi

Mengenal Investasi Syariah Solusi Terbaik bagi Umat Islam

Investasi Syariah

Apakah Anda mau melakukan investasi? Tapi sebagai muslimah khususnya dan muslim pada umumnya, Anda mau melakukan investasi yang sesuai ajaran islam? Tidak perlu khawatir, saat ini ada juga jenis investasi syariah di Indonesia.

Investasi Syariah

Pengertian Syariah6

Syariah dalam arti luas yaitu keseluruhan ajaran norma-norma yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ. Di mana ajaran ini mengatur kehidupan manusia baik aspek kepercayaan maupun dalam aspek tingkah laku praktisnya.

Islam mengajarkan kepada umatnya agar berusaha untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di :

  • dunia, dan
  • akhirat

Mendapat kehidupan yang baik di dunia dan akhirat inilah yang bisa menjamin dicapainya kesejahteraan lahir dan batin (falah). Hal tersebut berarti bahwa dalam mengejar kehidupan didunia tak bisa dilakukan kecuali dengan cara yang halal lewat kegiatan amal sholeh.

Perbuatan amal sholeh merupakan perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang melakukan. Selain itu juga bisa mendatangkan faedah bagi orang lain. Amal sholeh ini bisa berupa tingkah laku dan perbuatan yang termasuk dalam kategori ibadah.

Kesejahteraan lahir dan batin yang mau didapat lewat kegiatan amal sholeh seharusnya dilakukan lewat aktivitas ibadah dan muamalah. Yang bersumber dari kegiatan ketentuan syariah dengan dijiwai oleh :

  1. Iman,
  2. Islam (akidah Islamiyah),dan
  3. Ihsan (ahlak yang luhur).

Ketiganya merupakan hakikat ajaran wahyu yang menjadi tuntutan dan manusia dan sendi kehidupanya.

Dengan berpegang teguh pada ketiga hal di atas maka dilakukan berbagai kegiatan muamalah. Yang mana dalam penerapan aktivitas muamalah ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.

Kegiatan ekonomi merupakan salah satu kegiatan muamalah yang telah diatur secara lengkap dalam syariah Islam. Berbagai ketentuan yang mengatur pola simpanan mengharuskan umat Islam untuk melakukan investasi.

Larangan terhadap riba pada hakikatnya merupakan suatu kewajiban bagi mereka yang memiliki dana yang lebih. Di mana dana ini dipakai untuk melakukan investasi yang menghasilkan berbagai produk baru dan kesempatan kerja.

Demikian juga larangan terhadap perjudian, penipuan (tadlis) dan sejenisnya adalah perbuatan yang harus jauh dari kegiatan investasi dan ruang lingkupnya.

Kesatuan antara dunia dan akhirat mengaitkan juga pada kegiatan investasi di dunia. Di mana investasi ini sebagai suatu sarana yang menyamarkan jalan ke akhirat.

Investasi dunia yang mententramkan kehidupan di akhirat ini diyakini ada 3 yakni :

  • anak shaleh,
  • ilmu yang bermanfaat, dan
  • amal yang dinikmati orang banyak.

Di mana untuk menikmati ketiganya diperlukan dana.

Konsep tersebut sebenarnya jauh lebih luas. Sebab investasi akhirat hanya bisa dilakukan lewat investasi dunia yang dijalankan secara Islami. Oleh sebab itu, tata cara berinvestasi didunia harus kita cermati dan implementasikan sesuai syariat Islam supaya hasilnya optimal.

Investasi secara Syariah

Melakukan investasi dalam aktivitas ekonomi harus juga sesuai dengan koridor Islam. Memang secara ekonomi tak ada yang membedakan antara investasi syariah dan yang konvensional.

Karena high return dan high risk sering dijadikan patokan utama dalam kegiatan investasi. Patokan lain yang dipertimbangkan yaitu investasi jadi pengorbanan saat ini untuk medapatkan manfaat dimasa yang akan datang.

Bagi investor muslim, ekonomi bukan hanya satu-satunya aspek yang perlu dipertimbangkan. Ada aspek lainya yang tak kalah penting yakni aspek moral spiritual.

Dengan dimensi moral spiritual ini sangat dibutuhkan untuk mem-filter ekonomi yang dilarang dalam investasi syariah. Secara prinsip Islam (syariah) sesuatu yang dilarang / haram yaitu :

  1. sesuatu yang diharamkan, karena :
  • bendanya,
  • selain zatnya (mengandung unsur-unsur riba, gharar, tadlis dan ikhtikar) serta
  1. tak sah akadnya.

Islam memang sangat menganjurkan investasi. Tapi bukan berarti semua bidang usaha diperbolehkan untuk diinvestasikan. Namun ada aturan-aturan dalam Islam yang menerapkan batasan mana kegiatan yang halal dan haram untuk dilakukan.

Tujuanya yaitu untuk mengendalikan manusia dari aktivitas yang membahayakan masyarakat.

Jadi prinsip-prinsip Islam dalam kegiatan investasi syariah harus diperhatikan setidaknya mencakup 5 aspek yakni :

  1. Tidak mencari rizki pada hal yang haram baik dari segi zatnya ataupun cara mendapatkanya. Dan juga tak memakainya untuk hal-hal yang haram.
  2. Tak mendzalimi dan tak
  3. Keadilan pendistribusian pendapatan.
  4. Transaksi tersebut dilakukan atas dasar sama-sama ridha (an-taradin).
  5. Tak ada unsur :
  • riba,
  • masyir (perjudian / spekulasi), dan
  • ghahar (ketidakjelasan / samar-samar).

Berdasarkan keterangan di atas, maka aktivitas investasi mengacu pada hukum syariah (syar’i) yang berlaku. Perputaran modal pada kegiatan investasi syariah tak boleh disalurkan kepada jenis usaha yang menjalankan kegiatan-kegiatan yang diharamkan.

Semua transaksi dalam investasi syariah harus :

  1. atas dasar suka sama suka (an-taradin),
  2. tak ada :
  • unsur pemaksaan dan riba,
  • pihak yang didzalimi dan terdzalimi,
  1. tidak bersifat spekulatif atau judi (masyir), dan
  2. semua transaksi harus transparan.
  3. diharamkan adanya insideer trading.

Prinsip Investasi secara Syariah

Dalam melakukan aktivitas investasi syariah ada beberapa prinsip yang perlu dijalankan oleh para pihak terkait. Berikut beberapa prinsip investasi secara syariah yaitu :

a. Prinsip Tauhidi (Unity)

Prinsip tauhidi yaitu dasar utama dari setiap bentuk bangunan yang ada dalam syariat Islam. Termasuk dalam aktivitas investasi syariah.

Tiap bangunan dan aktivitas kehidupan manusia perlu didasarkan pada nilai-nilai tauhidi. Artinya dalam setiap gerak langkah dan bangunan hukum harus mencerminkan nilai-nilai ketuhanan.

Tauhid sendiri bisa diartikan sebagai suatu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Manusia dengan atribut yang melekat pada dirinya yaitu fenomena sendiri yang realitasnya tak bisa dipisahkan dari penciptanya.

Sehingga dalam tingkatan tertentu bisa dipahami bahwa semua gerak yang ada di alam semesta adalah gerakan dan asma dari Allah SWT.

Dalam bermuamalah yang harus diperhatikan yaitu bagaimana seharusnya menciptakan suasana dan kondisi bermuamalah yang tertuntun oleh nilai-nilai ketuhanan.

Paling tidak dalam tiap menjalankan kegiatan bermuamalah ada semacam keyakinan dalam hati. Bahwa, Allah SWT selalu mengawasi seluruh gerak gerik (langkah) kita dan selalu berada bersama kita.

b. Prinsip Halal

Dalam berinvestasi harus kita lakukan dengan cara halal dan meninggalkan segala yang haram. Ada beberapa alasan mencari rezeki terkait investasi syariah dengan cara halal.

Alasan pertama, karena Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk mencari rezeki dengan cara / jalan halal. Dan alasan kedua adalah pada harta halal :

  1. mengandung :
  • keberkahan,
  • manfaat, dan
  • maslahah.
  1. bisa membawa pengaruh positif bagi perilaku manusia.
  2. akan melahirkan pribadi yang :
  • istiqomah, yaitu selalu berada dalam kebaikan, kesalehan, ketakwaan keikhlasan, dan keadilan.
  • tasamuh,
  • berani menegakan keadilan, dan
  • membela yang benar.
  1. akan membentuk pribadi yang :
  • zahid,
  • wira’i,
  • qana’ah,
  • santun, dan
  • suci dalam tiap tindakan

Selain caranya, barang yang diperjualbelikan juga harus halal. Misalnya, dilarang menjual :

  • bangkai,
  • arak,
  • babi,
  • patung,
  • dan lain-lain.

c. Prinsip Maslahah

Maslahah yaitu sesuatu yang ditunjukan oleh dalil hukum tertentu. Dalil ini yang membenarkan atau membatalkannya atas semua tindakan manusia dalam rangka mencapai tujuan syara’ yakni memelihara :

  • agama,
  • jiwa,
  • akal,
  • harta,
  • benda, dan
  • keturunan.

Maslahah dalam konteks investasi syariah yang dijalankan oleh seseorang, hendaknya :

  • bermanfaat bagi semua pihak yang melakukan transaksi, dan
  • harus juga dirasakan oleh

Prinsip maslahah yaitu prinsip yang paling essensial dalam bermuamalah. Oleh sebab itu pastikan bahwa investasi yang dilakukan bisa memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif bagi kehidupan masyarakat. Baik untuk generasi sekarang ataupun untuk generasi di masa yang akan datang.

Menginvestasikan harta pada usaha yang tak mendatangkan maslahah kepada masyarakat harus ditinggalkan. Sebab tak sesuai dengan kehendak syariat Islam.

Selain dari itu, menahan harta hasil investasi adalah kegiatan yang dilarang oleh syariat Islam dan harus ditinggalkan. Karena harta itu tidak produktif. Menahan harta itu seperti menimbun, menyimpanya, dll.

Dengan kata lain, syariat Islam sangat mendorong sektor riil demi kemaslahatan umat.

d. Prinsip Ibahah (Boleh)

Berbagai jenis muamalah, hukum dasarnya yaitu boleh hingga ditemukan dalil yang melarangnya. Tapi, kaidah-kaidah umum yang berhubungan dengan muamalah (termasuk investasi syariah) harus diperhatikan dan dilaksanakan.

Kaidah umum yang ditetapkan syara’ yang dimaksud di atas diantaranya :

  • Transaksi muamalah yang dilakukan oleh seorang muslim harus dalam rangka untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT. Dan selalu berprinsip bahwa Allah SWT selalu mengontrol dan mengawasi semua
  • Seluruh tindakan muamalah tak terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan. Dan dikerjakan dengan mengetengahkan akhlak terpuji. Hal ini sesuai dengan kedudukan manusia sebagai khalifah Allah SWT di bumi.
  • Melakukan pertimbangan atas kemaslahatan diri pribadi dan juga masyarakat.

e. Prinsip Kebebasan Bertransaksi

Prinsip muamalah (termasuk investasi syariah) selanjutnya yakni prinsip kebebasan bertransaksi. Tapi transaksi ini harus didasari oleh akad yang sah dan berdasarkan prinsip :

  • suka sama suka, dan
  • tak ada pihak yang didzalimi.

Selain itu, transaksi tak boleh dilakukan pada produk yang haram, seperti :

  • babi,
  • organ tubuh manusia,
  • pornografi,
  • dan sebagainya.

f. Prinsip Kerjasama (Coorporation)

Prinsip transaksi investasi syariah didasarkan pada kerjasama yang saling menguntungkan dan solidaritas (persaudaraan dan saling membantu).

g. Prinsip Membayar Zakat

Mengimplementasikan zakat adalah kewajiban seorang muslim secara ekonomi. Hal ini sebagai wujud kepedulian sosial.

h. Prinsip Keadilan (Justice)

Prinsip keadilan dalam bermuamalah yaitu terpenuhinya nilai-nilai keadilan (justice) antara para pihak yang melakukan akad muamalah.

Keadilan dalam hal ini bisa dipahami sebagai upaya dalam menempatkan hak dan kewajiban antara para pihak yang melakukan muamalah. Contohnya keadilan dalam pembagian nisbah (bagi hasil) antara pemilk modal dan pengelola modal.

i. Prinsip Amanah (Trustworthy)

Prinsip amanah yakni prinsip kepercayaan, kejujuran dan tanggung jawab. Misalnya dalam hal pembuatan laporan keuangan dan lain sebagainya.

Dalam bertransaksi, masing-masing pihak haruslah beritikad baik dengan pihak lainya. Dan tak dibenarkan salah satu pihak mengeksploitasi ketidaktahuan mitranya.

j. Prinsip Komitmen Terhadap Akhlaqul Karimah

Seorang pebisnis tulen harus memiliki komitmen kuat untuk mengamalkan akhlak mulia (termasuk investasi syariah), seperti :

  • rajin bekerja sambil menundukan diri (berdzikir) kepada Allah SWT,
  • jujur dan dapat dipercaya,
  • cakap dan komunikatif,
  • sederhana dalam berbagai keadaan,
  • memberi kelonggaran pada orang yang kesusahan membayar hutangnya,
  • menghindari penipuan,
  • kolusi dan manipulasi,
  • atau sejenisnya.

k. Prinsip Terhindar dari Transaksi yang Dilarang

Prinsip investasi syariah selanjutnya yaitu terhindar dari transaksi (baik jual beli maupun investasi) yang dilarang. Prinsip ini seperti :

1. Terhindar dari Ikhtikar

Ikhtikar merupakan upaya dari seseorang untuk menimbun barang atau harta pada waktu barang itu langka atau diperkirakan harganya akan naik. Barang atau harta ini biasanya kebutuhan sehari-hari.

Investasi yang dilakukan secara Ikhtikar ini sangat dilarang dalam syariat Islam. Karena cara bertransaksi seperti ini akan mendatangkan mudarat bagi kedua belah pihak.

2. Terhindar Iktinaz

Iktinaz yaitu upaya membiarkan uang menganggur dan tak berputar dalam transaksi yang bermanfaat bagi masyarakat.

3. Terhindar Tas’ir

Tas’ir yaitu penetapan harga standar pasar secara paksa kepada masyarakat dalam jual beli dalam kondisi normal. Penetapan harga standar ini yang ditetapkan oleh pemerintah atau yang berwenang.

4. Terhindar dari Upaya Melambungkan harga

Islam tak menoleransi semua tindakan melambungkan harga-harga secara zalim. Karena hal ini memiliki dampak yang mudarat.

Jenis Investasi Syariah

Investasi syariah yaitu sebuah investasi berbasis syariah yang memakai instrumen Islam dalam pelaksanaannya. Ada beberapa jenis investasi yang perlu diketahui guna memastikan ketepatan antara alasan dan cara melakukan investasi.

Berikut beberapa jenis investasi syariah dan konvensional tersebut :

a. Menurut Jangka Waktunya

  • Investasi jangka pendek yakni investasi yang dilakukan tak lebih dari 12 bulan / 1 tahun.
  • Investasi jangka menengah yaitu investasi yang punya rentang waktu antara 1 sampai 5 ta
  • Investasi jangka panjang.

b. Menurut Risiko

Setiap pilihan investasi akan berkaitan dengan 2 hal yaitu risiko dan return. Keduanya adalah hubungan :

  • sebab dan akibat, serta
  • yang saling kontradiktif.

Dalam teori investasi secara umum dikenal dengan istilah “high risk high return, low risk low return”. Dalam bahasa Arab, risiko bisa diartikan sebagai gharar. Di mana gharar juga terkadang merujuk pada ketidakpastian (uncertainty).

Jika kemudian risiko disamakan dengan ketidakpastian dan dilarang, maka akan jadi rumit. Karenanya jadi penting untuk melakukan upaya pembedaan dan penajaman terkait definisi gharar atau risiko.

Ada 2 jenis tipe resiko dalam investasi syariah yaitu :

  • risiko pasif adalah risiko yang hanya mengandalkan keberuntungan, seperti game of chance.
  • risko responsif yaitu risiko yang memungkinkan adanya distribusi probabilitas hasil keluaran dengan hubungan kausalitas yang logis.

Ketidakpastian secara intrinsik terkandung dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, ketidakpastian kejadian tetap mengikuti suatu kausalitas atau sebab akibat yang logis yang dapat mempengaruhi probabilitasnya.

Ini berarti, mencari keuntungan hanya dengan kebertuntungan saja. Seperti beli lotre. Di mana lotre menimbulkan delusi atau pengharapan yang salah dan sudah pasti adalah transaksi gharar.

Jadi transaksi yang gharar bisa timbul karena 2 sebab utama yakni :

  1. Kurangnya informasi atau pengetahuan antar pihak yang melakukan kontra Jahala ini mengakibatkan tak punya kontrol pada pihak yang melakukan transaksi.
  2. Karena tidak adanya obyek.

Oleh karenanya, risiko yang mungkin timbul harus dikelola. Sehingga tak menimbulkan risiko yang lebih besar atau melebihi kemampuan menanggung risiko. Dan dalam islam tiap transaksi yang mengharapkan hasil harus bersedia untuk menanggung risiko.

c. Menurut Produknya

Pada dasarnya investasi syariah dan konvensional menurut produknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. investasi pada asset finansial, seperti :
  • saham
  • obligasi
  • reksadana
  • dll
  1. investasi pada asset rill, seperti :
  • emas
  • properti
  • barang antik
  • dll

d. Menurut Prosesnya

Dalam investasi syariah maupun konvensional ada dua jenis investasi menurut prosesnya yaitu :

1. Investasi langsung

Yaitu investasi yang dilakukan tanpa bantuan prantara. Dalam hal ini investor langsung bisa beli portofolio investasi tersebut. Hampir semua investasi riil dilakukan melalui investasi langsung.

Bila pada investasi asset finansial, investasi langsung bisa dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang bisa diperjualbelikan di :

  • pasar uang,
  • pasar modal, dan
  • pasar turunan.

Investasi langsung pun bisa dilakukan dengan membeli aktiva yang tak diperjualbelikan (biasanya diperoleh dari bank komersial). Aktiva ini bisa berupa :

  • tabungan,
  • sertifikat deposito,
  • dan yang lainnya.

2. Investasi tidak langsung

Yaitu investasi yang dilakukan dengan memakai perantara atau investasi yang dilakukan lewat perusahaan investasi. Bila pada investasi asset finansial, investasi tidak langsung dapat dilakukan dengan membeli surat berharga dari perusahaan investasi, seperti reksadana.

Demikian info berkaitan dengan mengenal investasi syariah solusi terbaik bagi umat islam, kami harap artikel kali ini bermanfaat untuk Anda. Kami berharap post investasi ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi : Sukses Jadi Womanpreneur

Leave a Comment

WeCreativez WhatsApp Support
Admin ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!