Muslimah Career

Mengakali Tradisi Kantor yang Menyulitkan Muslimah

Mengakali Tradisi Kantor

Sekarang kami akan ulas berkaitan dengan Mengakali Tradisi Kantor yang Menyulitkan Muslimah. Terkadang kebiasaan di kantor berbeda dengan syariat Islam. Sebagai contoh, kita harus berinteraksi dengan laki-laki non muhrim, seperti berjabat tangan, berada dalam satu ruangan tanpa pihak ketiga, dan lain-lain. Terkadang, perusahaan tertentu bahkan mengatur gaya berpakaian karyawan wanitanya agar terlihat lebih “menarik”.

Mengakali Tradisi Kantor

Mengakali Tradisi Kantor yang Menyulitkan Muslimah

Semua hal yang bertentangan membuat sang muslimah sendiri sangat tertekan karena dianggap asing di lingkungan kantornya. Berikut adalah beberapa hal yang sulit dihindari dan cara mengakali tradisi kantor bagi muslimah.

1. Tradisi Jabat Tangan

Islam menganjurkan umatnya untuk benar-benar menjaga pergaulan. Ikhwan dan akhwat tidak boleh bersentuhan karena takut akan menimbulkan fitnah. Jika ukhti merasa berat untuk berjabat tangan, kemukakanlah alasan tersebut dengan sejujurnya agar pihak tersebut tidak merasa sakit hati. Saat berkenalan jaga jarak agar tidak terlalu dekat, tangkupkan kedua tangan terlebih dahulu sambil memperkenalkan diri. Lakukan itu sebelum klien / teman sekantor / atasan Anda menjulurkan tangannya.

Berbicaralah dengan santun dan nada akrab, sehingga lawan bicara Anda tidak merasa disingkirkan. Jangan batasi pergaulan Anda. Untuk menghadapi masyarakat yang demikian, kita justru harus bersikap terbuka agar mereka bisa menerima pemikiran kita.

2. Lembur Kerja

Lembur merupakan salah satu konsekuensi kerja yang sulit dihindari. Untuk itu, sedari mula berikan pengertian kepada keluarga ukhti. Bahwa ada saat-saat tertentu ukhti harus pulang malam karena ada perintah lembur. Negosiasikan peraturan ini kepada keluarga atau suami kita. Memang risikonya cukup berat, seperti omongan tetangga atau keluarga yang merasa diabaikan. Untuk itu diperlukan pemahaman antara kedua belah pihak. Jika perlu, bahas kembali alasan ukhti harus bekerja di luar rumah.

Jika lembur tersebut dikarenakan pekerjaan kita masih menumpuk, berarti kita perlu mengatur kembali jadwal pekerjaan yang dilimpahkan. Islam mengajarkan untuk bersikap efektif dan tepat waktu. Bekerjalah dengan cerdas bukan sekadar bekerja keras. Kita adalah muslimah pintar yang cekatan dalam membagi waktu, tanamkan itu untuk memotivasi diri.

3. Pakaian Kerja

Kantor kadang menjahitkan dan menentukan desain pakaian kerja karyawannya. Yang menjadi kendala bagi muslimah adalah hasil pakaian yang dijahit oleh pemenang tender membentuk tubuh, ketat, serta menggunakan celana. Untunglah saat ini banyak kantor yang memperbolehkan karyawannva mengambil bahan pakaian dan menjahitkannya sendiri di luar. Terkadang seragam wanita diharuskan menggunakan celana.

Jika ukhti tidak merasa nyaman menggunakan celana, coba bicarakan pada atasan tentang kemungkinan menggunakan rok. Jelaskan bahwa dengan menggunakan rok tidak akan membuat kegesitan ukhti saat bekerja berkurang.

Namun jika perusahaan di mana ukhti bekerja mengharuskan berpakaian minim atau melepas jilbab, lebih baik pikirkan kembali. Pekerjaan seperti ini, selain membuat kita sendiri merasa bersalah dan tidak nyaman, juga tidak sesuai dengan syariah Islam. Percayalah, Allah akan membukakan pintu rejeki seluas-luasnya jika kita menegakkan syariat di jalan-Nya.

Selain materi tentang mengakali tradisi kantor, kami juga menyediakan info peluang bisnis. Program reseller Pijar Rabbani bisa jadi alternatif bisnis di masa pandemi seperti sekarang.

Sekian informasi mengenai Mengakali Tradisi Kantor yang Menyulitkan Muslimah, semoga post ini mencerahkan Anda. Mohon post ini dishare supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Comment