Mengenal Payudara

Memahami Pertumbuhan Payudara Manusia

Memahami Pertumbuhan Payudara Manusia

Pembahasan kita sekarang ialah mengenal pertumbuhan payudara manusia. Payudara atau dalam bahasa Latin disebut mamma adalah organ tubuh bagian atas dada dari spesies mamalia berjenis kelamin betina, termasuk manusia. Payudara memiliki tiga fungsi menyusui, peranan seksual, dan fungsi lain.

Memahami Pertumbuhan Payudara Manusia

Fungsi Payudara Manusia

Fungsi menyusui karena payudara memiliki kelenjar susu yang bisa memberikan nutrisi dalam bentuk air susu bagi bayi atau balita. Proses pemberian air susu ini dinamakan menyusui. Meskipun kelenjar yang menghasilkan air susu juga terdapat pada pria, normalnya kelenjar susu tersebut tetap tidak berkembang sempurna.

Sementara dalam seksual, payudara memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia. Payudara merupakan salah satu karakteristik seks sekunder dan memegang peranan penting dalam daya tarik seksual pada partnernya, dan kesenangan individual.

Para ahli menyatakan bahwa tidak ada payudara pada makhluk lain yang berjenis kelamin betina selain pada manusia yang memiliki besar yang bervariasi, relatif terhadap seluruh bagian tubuh, ketika tidak menyusui dan manusia adalah satu-satunya primata yang memiliki payudara yang menggelembung.

Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk luar dari payudara terhubung dengan faktor-faktor lain selain menyusui. Sebuah teori didasarkan pada sebuah fakta bahwa tidak seperti hampir semua primata, manusia yang berjenis kelamin perempuan tidak memberikan pandangan fisik yang jelas atas terjadinya ovulasi. Ini dapat berakibat secara perlahan pada manusia yang berjenis kelamin pria untuk berevolusi demi merespon tanda-tanda yang lebih jelas terhadap adanya ovulasi.

Fase Pertumbuhan Payudara Manusia

Perkembangan dan pertumbuhan payudara sesuai umur atau usia manusia, khususnya wanita. Payudara seorang wanita, akan mengalami dua tahap perkembangan. Tahap pertama terjadi saat seorang gadis memasuki masa pubertas. Tahap kedua terjadi saat seorang wanita mengalami kehamilan.

Perkembangan dan pertumbuhan payudara pada masa pubertas terjadi dalam dua fase yaitu :

1. Fase Estrogen

Fase pertama perkembangan payudara yang disebut fase estrogen, terjadi dua tahun sebelum menstruasi dimulai. Estrogen bersama dengan prolactin dan hormon pertumbuhan merangsang seluruh bagian utama payudara untuk tumbuh, termasuk kelenjar susu, saluran air susu, jaringan konektif, dan jaringan lemak. Tubuh Anda belum memproduksi progesteron, karena progesteron bersifat bersaing dengan estrogen dan akan menghambat tahap perkembangan payudara ini.

2. Fase Progesteron

Fase akhir perkembangan payudara yang fase progesteron, dimulai setelah Anda mendapat menstruasi pertama. Setelah mengalami ovulasi pertama kali, tubuh Anda mulai memproduksi progesteron selama fase Luteal yaitu hari ke 15 sampai ke-28 siklus menstruasi.

Sekarang progesteron bekerja bersama dengan estrogen, prolactin, dan hormon pertumbuhan dalam menyempurnakan perkembangan payudara Anda. Progesteron memacu tahap akhir pembentukan kelenjar susu, termasuk pertumbuhan alveoli yaitu kantong kosong tempat membuat air susu. Keseluruhan proses perkembangan payudara berlangsung selama tiga sampai empat tahun dan biasanya sempurna sebelum usia 16 tahun.

Payudara anak laki-laki juga berkembang. Sekitar dua pertiga anak laki-laki mendapat pengalaman pertumbuhan payudara, berlangsung beberapa bulan sampai dua tahun, selama pubertas. Hal ini dikenal dengan istilah gynecomastia dan terjadi sampai seorang anak laki-laki memproduksi cukup banyak testosteron untuk melawan efek estrogen pada sistem tubuhnya.

Sekian informasi terkait dengan mengenal pertumbuhan payudara manusia, kami harap postingan kali ini bermanfaat buat kawan-kawan semua. Mohon postingan ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Comment