Ternak Website
Seni dan Budaya

Budaya yang Menjadi Katalis Wisata Syariah di Sumbar

Budaya yang Menjadi Katalis Wisata Syariah di Sumbar

Di postingan ini kami akan jelaskan seputar budaya yang menjadi katalis wisata syariah di Sumbar. Adat dan budaya Minangkabau sudah mengenal lama tentang halal terkait dengan semua aktivitas sosial dan budayanya. Tidak salah apabila Minangkabau terpilih sebagai daerah tujuan pariwisata halal, dan makanan halal dalam kompetisi wisata halal terbaik.

Budaya yang Menjadi Katalis Wisata Syariah di Sumbar

Budaya yang Menjadi Katalis Wisata Syariah di Sumbar

Ajang tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata. Provinsi Sumatera Barat mewakili Indonesia untuk mengikuti World Halal Tourism Awards di tahun 2016 untuk tigi kategori, yaitu

  1. Destinasi Wisata Halal Terbaik,
  2. Destinasi Kuliner Halal Terbaik, dan
  3. Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik.

Sumatera Barat terlebih Minangkabau, secara kultural, sejarah, dan kehidupan sosialnya, sudah memiliki kriteria yang dibutuhkan oleh wisatawan muslim. Biasanya wisatawan dari Timur Tengah menyenangi alam-alam, budaya, makanan serta tempat berbelanja. Minangkabau terkenal menerapkan kehidupan Islami berpadu dengan adat istiadat lokal.

Tatanan yang dipegang erat sebagai dasar hubungan adat dan agama adalah ungkapan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (adat bersendi syariat dan syariat bersendi kitab Allah SWT). Budaya ini di masyarakat Minang merupakan sebuah identitas, lahir dari sebuah kesadaran sejarah dan pergumulan tentang perjuang dan hidup.

Masuknya agama Islam dan berpadu dengan adat istiadat melahirkan kesepakatan luhur. Bahwa seluruh alam semesta merupakan ciptaan Allah SWT dan menjadi ayat-ayat dengan tanda-tanda kebesaran-Nya, memaknai eksistensi manusia sebagai khalifatullah di dunia.

Keberhasilan Memadukan Islam dengan Adat

Minangkabau berhasil memadukan antara nilai-nilai Islam yang sangat dalam dan adat istiadat yang umumnya dianggap sulit bersatu dengan nilai agama. Sistem pemerintahan di Minangkabau sendiri bukan sebuah pemerintahan yang terpusat dan otoriter. Mereka dibangun dengan sistem nagari-nagari yang egaliter dan terbuka. Kekuatan dari jalannya pemerintahan ini adalah musyawarah mufakat sehingga terjadi keseimbangan.

Akulturasi Islam tidak berjalan mudah. Masih banyak adat istiadat yang hidup, bertentangan dengan Islam. Ulama-ulama tarekat memang dikenal memberikan kelonggaran terhadap kebiasaan setempat. Adat kebiasan yang buruk masih ditemui. Pergumulan antara adat dan ulama ini terus berlanjut hingga memunculkan gerakan Paderi.

Gerakan Paderi berhasil menanamkan adat istiadat yang tertinggi tak lain adalah Islam. Muncullah beberapa aturan seperti “Agamo Mangato, Adaik Mamakai” (agama menyatakan, adat menerapkan). Puncaknya disepakati sebagai hasil musyawarah adalah pernyataan budaya “Adaik Basandi Syara” (adat harus bersendi syariat). Ungkapan ini memperjelas jika “Adaik nan sabana adaik” (adat yang sebenarnya adat) dengan ajaran Islam adalah sejajar.

Saat Minangkabau dalam kekuasaan kolonial, pertentangan antara kaum adat dan ulama kembali meruncing. Golongan adat yang didukung kekuatan Belanda mengambil alih kepemimpinan politik. Akibatnya gerakan Paderi muncul sebagai gerakan perlawanan.

Barulah pada abad 20 gerakan ini diisi banyak ulama dari kaum muda, seperti Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, H Syekah Muhammad Thaib Umar, Syekh Ibrahim Musa, H Oemar Bakri, Hamka; Zainal Abidin, Siti Beram, dan Rahmah El-Yunusiyyah.

Data Kunjungan Wisata Muslim ke Indonesia

Dari data yang diperoleh, pada 2014, jumlah kunjungan wisatawan muslim ke Indonesia sekitar 1,8 juta wisatawan. Jika dibanding dengan Malaysia dan bahkan Thailand yang menembus angka 6,7 juta dan 4,2 juta kunjungan, Indonesia masih jauh tertinggal. Pariwisata halal merupakan tren global masyarakat muslim internasional.

Indikasinya kecenderungan peningkatan jumlah wisatawan muslim Timur Tengah, Eropa dan Asia. Saat berwisata ke negara lain, wisatawan muslim akan mencari tempat wisata yang bisa memenuhi kebutuhan mereka, khususnya makanan halal, pelayanan yang memiliki standar terhadap wisatawan muslim, dan fasilitas yang halal. Dengan adanya wisata syariah di Sumbar, mudah-mudahan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan luar.

Peningkatan dan Sosialisasi Destinasi Wisata Halal

Secara sosiologis wisata syariah di Sumbar tidak perlu diragukan lagi, tapi diperlukan jaminan bahwa ketika tamu berkunjung mereka yakin menyantap menu yang halal atau menginap di tempat yang halal, seperti disediakan fasilitas sajadah, arah kiblat atau dekat dengan masjid.

Saat mengikuti ajang World Halal Tourisnt Awards (WHTA) pada Desember 2016 di Uni Emirat Arab terdapat 15 kategori penilaian dan empat di antaranya dimenangkan oleh Sumatera Barat. Adapun kategori yang berhasil direbut adalah

  • Destinasi Kuliner Halal Terbaik,
  • Destinasi Kuliner Halal,
  • Restoran Halal Terbaik (Lamun Ombak) dan
  • Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik (Ero Tour).

Sumatera Barat yang ditetapkan sebagai destinasi wisata halal / syariah ini, diperlukan peningkatan sosialisasi dan promosi terkait wisata halal kepada masyarakat. Dalam hal ini, sejumlah mahasiswa menggelar kegiatan seminar yang berjudul Indonesia menuju wisata halal 2017.

Seminar tersebut bertujuan membahas persiapan, strategi dan pemikiran tentang faktor pendukung wisata halal, misalnya penyiapan Budaya Minangkabau sebagai salah satu sajian utama mengenalkan wisata syariah di Sumbar, baik itu kesenian, kuliner dan tata cara adatnya.

Sebelum berlibur ke budaya yang menjadi katalis wisata syariah di Sumbar, usahakan Anda selalu dalam keadaan sehat. Selalu jaga kesehatan dan kebugaran Anda dengan mengonsumsi produk-produk Synergy. Untuk membeli produk Synergy, Anda bisa klik tombol di bawah atau via aplikasi SBiz.

Sekian informasi perihal budaya yang menjadi katalis wisata syariah di Sumbar, semoga postingan kali ini bermanfaat untuk kalian. Kami berharap post wisata Sumatra Barat ini diviralkan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Comment