Tokoh Muslimah

Al Khansa seorang Perempuan Shahabiyah

Al Khansa seorang Perempuan Shahabiyah

Pembahasan kita sekarang adalah al khansa seorang perempuan shahabiyah. Ketika membicarakan seorang perempuan yang begitu tangguh dan tegar dalam menghadapi cobaan hidup, kita pasti teringat akan pengorbanan seorang perempuan luar biasa bernama Al-Khansa. Dia adalah seorang shahabiyah yang ikhlas merelakan keempat orang anaknya untuk mati syahid di jalan Allah semata-mata demi tegaknya Islam di muka bumi. Siapakah Al-Khansa dan mengapa namanya diabadikan dalam sejarah Islam sebagai salah seorang shahabiyah yang tangguh?

Al Khansa seorang Perempuan Shahabiyah

Al Khansa seorang perempuan shahabiyah

Al-Khansa mempunyai nama asli Tumadhar binti ‘Amr bin Syuraid bin ‘Ushayyah As Sulamiyah. Sebelum masuk Islam, dia adalah sosok manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dia bukanlah sosok yang tegar dan bisa ikhlas menerima kepergian dua saudara kandungnya. Ia seperti perempuan lainnya yang sangat terpukul dan sedih ketika ditinggalkan oleh dua orang saudara yang sangat dia cintai.

Ketika Muawiyah, kakak kandungnya wafat, Al-Khansa membuat puisi yang mengungkapkan kesedihan dan kepedihannya yang luar biasa karena ditinggalkan kakak tercinta. Saat kakak kandungnya yang lain yaitu Shakhr juga wafat, hati Al-Khansa pun menjadi lebih sedih lagi. Ia bahkan membuat sebuah puisi yang lebih panjang untuknya. Al-Khansa juga pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya agar ia tidak perlu lagi merasa sedih. Fakta tersebut cukup untuk membuktikan bahwa Al-Khansa adalah seorang perempuan biasa yang sama dengan perempuan-perempuan lainnya.

Namun, manusia tidak pernah tahu rencana Allah. Allah pun membawa Al-Khansa pada nikmatnya iman Islam. Keimanan tersebut mampu mengubah banyak hal dalam hidupnya, termasuk mengubah kepribadiannya. Meskipun semenjak masuk Islam Al-Khansa selalu didera dengan ujian dan cobaan, namun semua itu tidak membuat dirinya menyerah dan semangatnya jadi surut. Justru itu membuat dirinya semakin kuat dan menjadikannya sebagai seorang yang penyabar, bijaksana, cerdas, dan berpikir kritis. Ia pun memiliki akhlak yang mulia serta pemberani. Maka dari itu, beliau juga disebut Al Khansa seorang perempuan shahabiyah.

Namun, Allah akan selalu menguji hambanya untuk mengetahui kualitas ketakwaannya. Begitu pun dengan Al-Khansa. Allah mengujinya dengan kehilangan yang luar biasa, lebih dari kehilangan dua saudara kandungnya ketika dia belum mengenal Islam. Kali ini Allah mengujinya dengan kehilangan empat orang anak tercintanya di medan peperangan. Mereka gugur sebagai syuhada dalam perang Qadisiyyah.

Reaksi Al-Khansa saat Anaknya Syahid

Bagaimana reaksi Al Khansa ketika mengetahui keempat putranya syahid di medan perang Qadisiyyah? Sungguh luar biasa, ia bisa menerima semua cobaan yang berat ini dengan ikhlas dan sabar. Sangat jauh berbeda dengan keadaannya ketika belum masuk Islam. Ia pasti akan sangat sedih dan meratapi kepergian anak-anaknya tersebut. Namun kali ini, ia justru akan sangat marah jika keempat putranya batal berangkat ke medan jihad dan melalaikan perintah Allah untuk berjihad.

Ia berkata pada anak-anaknya, “Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan. Kalian telah berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tulian selain Dia. Sesungguhnya kalian ini putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama. Tidak pantas bagiku untuk mengkhianati bapakmu, atau membuat malu pamanmu, atau mencoreng orang di kening keluargamu. Jika kalian telah melihat perang, singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah, majulah paling depan niscaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat. Negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah. Inilah kebenaran sejati, maka untuk itu berperanglah dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut niscaya dianugerahi hidup”.

Islam begitu luar biasa telah mengubahnya menjadi sosok yang luar bisa tegar. Ia merasa bahagia dan bangga karena telah berhasil melahirkan sosok mujahid yang mampu memperjuangkan Islam.

Pelajaran Berharga

Apa yang dicontohkan oleh Al Khansa merupakan satu pelajaran berharga yang patut dicontoh oleh kita sebagai muslimah. Al-Khansa yang lemah lembut bisa menjadi seseorang yang gagah berani di tengah medan peperangan demi menjaga kehormatan Islam. Namun perjuangannya tidak menyurutkan semangat Al-Khansa untuk tetap mendidik anak-anaknya untuk menjadi pejuang Islam yang tangguh dan beriman.

Selain materi tentang al khansa seorang perempuan shahabiyah, kami juga menyediakan info peluang bisnis. Program reseller Pijar Rabbani bisa jadi alternatif bisnis di masa pandemi seperti sekarang.

Demikian informasi terkait dengan al khansa seorang perempuan shahabiyah, semoga postingan ini mencerahkan kalian. Mohon postingan ini dishare agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Comment