Muslimah Berbisnis

Strategi Seimbangkan Bisnis dan Keluarga

Strategi Seimbangkan Bisnis dan Keluarga

Sekarang kami akan jelaskan mengenai strategi seimbangkan bisnis dan keluarga. Kendala utama yang menghantui perempuan berbisnis adalah bagaimana ia tetap bisa melejitkan bisnis tanpa banyak merampas waktu untuk mengurus anak-anak. Bagaimana ia bisa gunakan tangan kiri untuk menggandeng bisnis dan tangan kanan untuk menggandeng keluarga.

Strategi Seimbangkan Bisnis dan Keluarga

Strategi Seimbangkan Bisnis dan Keluarga

Perempuan yang telah berkeluarga dan memiliki anak, akan menghadapi sedikit kesulitan ketika memulai bisnisnya. Saat memulai usaha, dibutuhkan ekstra pikiran, tenaga, waktu dan biaya agar usaha bisa segera berjalan lancar. Namun ini bukanlah hal yang perlu ditakuti.

Berikut 4 strategi seimbangkan bisnis dan keluarga yang bisa Anda lakukan

1. Libatkan keluarga dekat

Libatkan keluarga adalah strategi seimbangkan bisnis yang pertama. Nenek atau kakek dapat Anda mintai tolong untuk menjaga si buah hati selama Anda disibukkan oleh kegiatan bisnis. Biasanya mereka justru lebih sayang terhadap cucu dibanding anaknya sendiri. Anda dapat mengajak ibu atau mertua Anda untuk tinggal bersama Anda. Jika tidak memungkinkan, Anda dapat menitipkan anak-anak ke rumah ibu atau mertua selama Anda melakukan kegiatan bisnis.

Selain mengajak ibu atau mertua, Anda juga bisa mengajak saudara dekat yang belum memiliki pekerjaan tetap untuk membantu menjaga anak-anak Anda. Meskipun saudara, akan lebih baik jika Anda mempekerjakannya secara professional yakni dengan sistem gaji. Dengan mengajak kerabat sendiri untuk mengasuh anak Anda, paling tidak ada rasa kasih sayang tersendiri karena tali persaudaraan.

Jika sudah ada pengasuh atau baby sitter pun, kehadiran kerabat dapat membantu mengawasi cara kerja pengasuh. Selain itu, kehadiran kerabat akan menanamkan rasa kebersamaan pada anak-anak.

2. Jalin kerja sama dengan kerabat dan sahabat

Strategi seimbangkan bisnis dan keluarga adalah kerjasama dengan kerabat dan/atau sahabat. Ada saatnya Anda harus menyelesaikan urusan penting dalam bisnis Anda pada saat bersamaan dengan acara penting putra-putri Anda. Misalnya Anda harus memenuhi pesanan catering pernikahan pada hari yang sama dengan acara pentas anak Anda di sekolah. Anak Anda pasti akan senang jika Anda bisa menyaksikannya. Namun Anda pun tak mungkin menyerahkan urusan catering sepenuhnya pada karyawan.

Meskipun Anda memiliki banyak karyawan, Anda harus memastikan semua menu siap disajikan dan tak mengecewakan pemilik hajat. Lantas bagaimana dengan pentas si buah hati? Anda bisa meminta suami untuk menemani si kecil pentas. Jika suami pun tak sempat, maka Anda bisa menjatuhkan pilihan pada prioritas berikutnya, yaitu orang tua atau mertua. Jika tak bisa lagi, Anda bisa menghubungi saudara atau kerabat yang dekat dengan anak Anda.

Pilihan terakhir, jika kebetulan tak ada kerabat yang bisa dimintai tolong, Anda bisa menghubungi sahabat yang dekat dengan keluarga untuk menemani anak Anda. Ini akan lebih berarti bagi anak Anda ketimbang hanya diantar oleh pembantu. Jika Anda memiliki kamera video, mintalah tolong mereka yang menemani anak Anda untuk merekam pentas atau apa pun acara si kecil.

Saat santai di rumah, Anda bisa menonton rekaman tersebut bersama si kecil. Saat itu Anda juga bisa bercerita secara sederhana mengenai kegiatan bisnis yang Anda lakukan saat Anda tak bisa menemaninya pentas. Cara ini akan membuat anak Anda memahami profesi Anda sebagai ‘bussines women’.

3. Suami partner terbaik Anda

Strategi seimbangkan bisnis dan keluarga selanjutnya adalah ajak pasangan untuk jadi partner. Jika suami Anda berprofesi kantoran, maka pilihan Anda untuk menjadi ‘business women’ sudah sangat tepat. Anda bisa menyeimbangkan jadwal bisnis Anda dengan jadwal kantor suami Anda. Bayangkan jika Anda berdua sama-sama kerja di dua kantor yang berbeda. Mungkin sulit untuk mengompromikan jadwal ketika harus mendampingi anak dalam acara-acara penting di sekolah.

Bicarakan dan mintalah dukungan suami Anda pada saat Anda berencana membuka usaha. Yakinkan suami Anda bahwa dengan berbisnis, Anda tetap bisa menjalankan peran sebagai istri dan ibu yang baik bagi anak-anak. Jika dari awal suami sudah bilang OK, maka saat Anda mengalami kesulitan dalam berbisnis, yakinlah suami Anda akan menjadi partner terdekat dan terbaik Anda.

Suatu saat jika bisnis Anda berkembang dan Anda memiliki penghasilan lebih besar dari suami, tetaplah Anda menghormati dan menghargai sang suami. Anda patut berterima kasih padanya karena telah memberikan kesempatan dan dukungan pada Anda untuk merintis dan mengembangkan bisnis.

Dengan membina hubungan yang romantis dengan suami, sebenarnya Anda sedang memudahkan diri Anda sendiri. Suatu saat jika Anda harus melakukan kegiatan bisnis mendadak, pembantu sedang pulang, suami pun tak kan keberatan menggantikan Anda menyuapi anak-anak, mencuci piring atau mengurus baju-baju kotor. Dia akan melakukannya dengan senang hati karena yakin bahwa Anda adalah istri yang sayang dan hormat pada suami, bukan istri yang sombong karena bisnisnya melejit.

4. Menggunakan jasa baby sitter atau pembantu rumah tangga

Selain materi tentang strategi seimbangkan bisnis, kami juga menyediakan info peluang bisnis. Program reseller Pijar Rabbani bisa jadi alternatif bisnis di masa pandemi seperti sekarang.


Demikian info berkaitan dengan strategi seimbangkan bisnis dan keluarga, semoga postingan ini mencerahkan teman-teman semua. Tolong artikel ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi :

About the author

Hijab Muslimah

Leave a Comment