Menikah

Peran Perempuan dalam Keluarga menurut Islam

Peran Perempuan dalam Keluarga

Sekarang kami akan bahas mengenai Peran Perempuan dalam Keluarga menurut Islam. Di antara aktivitas perempuan ialah memelihara rumah tangganya, membahagiakan suaminya, dan membentuk keluarga bahagia yang tentram damai, penuh cinta, dan kasih sayang sampai-sampai ada peribahasa, “Bagusnya pelayanan seorang perempuan terhadap suaminya dinilai sebagai ‘jihad fisabilillah’.”

Peran Perempuan dalam Keluarga

Peran Perempuan dalam Keluarga

Tugas dan peran perempuan dalam keluarga secara garis besar dibagi 2. Yaitu menjadi peran perempuan sebagai ibu dan peran sebagai istri. Tapi dalam postingan ini hanya akan dijelaskan peran perempuan sebagai ibu dan akhlak perempuan sebagai seorang istri.

Peran Perempuan Sebagai Ibu

Perempuan sebagai ibu memiliki peran sebagai berikut.

  • Ibulah yang bisa memberikan ASI bagi anak-anaknya sebagai nutrisi paling bagus untuk anaknya maksimal sampai dua tahun.
  • Ibulah yang menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya.
  • Ibulah yang menjadi penjaga pertama dalam hidup anak. Dalam kehidupan awal seorang anak, ibulah yang menjaga anak dan memperhatikannya dari segi pertumbuhan fisik, kecerdasan, spiritual, dan sebagainya.
  • Ibu sebagai sumber pemenuhan kebutuhan anak. Dalam memenuhi kebutuhan psikis anak, seorang ibu harus mampu menciptakan situasi yang aman bagi putra-putrinya. Ibu diharapkan dapat membantu anak apabila mereka menemui kesulitan-kesulitan. Perasaan aman anak yang diperoleh dari rumah akan dibawa keluar rumah, artinya anak akan tidak mudah cemas dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul.
  • Ibu menjadi contoh pertama anak-anaknya. Sejak anak lahir ia akan selalu melihat dan mengamati gerak-gerik atau tingkah laku ibunya. Dari tingkah laku ibunya itulah anak akan senantiasa melihat dan meniru yang kemudian diambil, dimiliki, dan diterapkan dalam kehidupannya.
  • Ibu sebagai stimulan perkembangan anak. Stimulasi verbal dari ibu akan sangat memperkaya kemampuan bahasa anak. Kesediaan ibu untuk berbicara dengan anaknya akan mengembangkan proses bicara anak. Jadi perkembangan mental anak akan sangat ditentukan oleh seberapa rangsang yang diberikan ibu terhadap anaknya.
Akhlak Perempuan sebagai Seorang Istri

Akhlak muslimah sebelum menikah tentu ‘berbeda’ dengan setelah menikah. Apa sih perbedaannya peran perempuan dalam keluarga sebelum dan setelah menikah? Setelah menikah, seorang perempuan seolah terdorong untuk memiliki sikap keibuan, keistrian, bahkan harus serba tahu, minimal masalah rumah tangga. Hal ini berkaitan dengan bergantinya status single menjadi status telah menikah. Ketika masih single, kita mungkin tidak terlalu peduli dengan omongan orang yang menilai negatif tentang diri kita.

Kita merasa dunia ini hanya terbatas dalam urusan sekolah, rumah, dan organisasi. Karenanya, akhlak yang dimiliki pun cukup dengan bersikap yang ‘baik- baik’ saja. Namun, ketika menikah dan menjadi seorang istri, dunia seolah tumpah ruah dengan urusan yang tak terbatas. Dari mulai urusan dengan suami, anak, orangtua, atasan, mertua, tetangga, diri sendiri, pekerjaan, dapur, dan lain-lain. Mungkin inilah mengapa orang yang telah menikah seolah sudah menggenapkan setengah dari din-nya.

Seiring dengan itu, tuntutan lingkungan, budaya, dan kebiasaan menjadikan perempuan bersikap berbeda dari sebelum menikah harus lebih dewasa. Selain peran perempuan dalam keluarga, demikian pun dengan akhlak, harus berakhlak ‘dewasa’.

Berikut beberapa akhlak yang harus dimiliki oleh seorang istri.

  1. Berusaha berpegang teguh pada akhlak-akhlak Islami.
  2. Istiqamah dan konsisten terhadap prinsip.
  3. Dapat berlaku adil.
  4. Berbakti kepada suami.
  5. Berbakti kepada orangtua, baik orangtua sendiri maupun orangtua suami.
  6. Amanah.
  7. Ramah.
  8. Pemalu.
  9. Sabar.
  10. Jujur.
  11. Menjaga rahasia rumah tangga.
  12. Tidak mengumbar aib keluarga pada orang lain, hal ini menyangkut menceritakan aib suami, peristiwa seksualitas antara dia dan suami, dan perkelahian antara dia dan suami. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat, yaitu laki-laki yang mencumbui istrinya dan istri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya.” (HR. Muslim)

Selain materi tentang Peran Perempuan dalam keluarga, Anda juga bisa menjadi pebisnis muslimah dengan gabung dengan Program reseller Pijar Rabbani. Program ini bisa jadi alternatif bisnis di masa pandemi seperti sekarang.

Sekian informasi tentang Peran Perempuan dalam Keluarga menurut islam, semoga artikel ini berguna buat kalian. Tolong artikel ini disebarluaskan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi :

About the author

Hijab Muslimah

Leave a Comment