Tokoh Muslimah

Asma binti Abu Bakar Sosok Perempuan Mandiri

Asma binti Abu Bakar

Topik kita sekarang yakni asma binti abu bakar sosok perempuan mandiri. Asma binti Abu Bakar mencirikan sosok perempuan yang mandiri. Perempuan sering dianggap lemah dan enggan melakukan pekerjaan berat. Namun sosok Asma menghapuskan pandangan tersebut.

Asma binti Abu Bakar

Asma binti Abu Bakar Sosok Perempuan Mandiri

Asma ra., termasuk ke dalam golongan Assabiqunal awwalun atau orang-orang yang pertama kali memeluk Islam saat agama ini datang. Asma adalah saudara perempuan Aisyah, istri Rasulullah Saw.Suatu hari, Rasulullah Saw. dan Abu Bakar ra. memberi perintah kepada Zaid ra. dan beberapa pegawainya untuk berhijrah ke Madinah sambil membawa keluarganya dengan menggunakan kuda. Sesampainya di Quba, Asma ra. melahirkan anak pertamanya yang bernama Abdullah bin Zubair ra.

Dalam sejarah Islam, Abdullah bin Zubair ra. adalah bayi pertama yang dilahirkan setelah hijrah. Meskipun pada waktu itu merupakan masa yang penuh dengan kesulitan, kemiskinan, dan kelaparan, namun pada saat yang sama muncul pula sosok yang hebat dan berani serta tidak ada tandingannya.

Berdasarkan riwayat Bukhari, Asma ra. pernah bercerita tentang keadaan hidupnya. Asma menikah dengan Zubair ra. yang tidak mempunyai harta sedikit pun dalam hidupnya, baik berupa tanah, budak untuk membantunya bekerja, atau apapun juga. Namun itu tidak mengurungkan niat mereka untuk menikah. Setelah menikah, harta yang mereka miliki hanyalah seekor unta dan seekor kuda milik Asma ra. Unta itu sering digunakan untuk membawa air, rumput, dan lain-lain.

Melakukan Pekerjaan Rumah

Asma binti Abu Bakar selalu mencoba melakukan segala macam pekerjaan rumahnya sendirian. Untuk makan hewan-hewan itu, Asma yang menumbuk kurma untuk diberikan kepada mereka. Ia jugalah yang mengisi tempat air hingga penuh, Jika ember yang biasa digunakan untuk mengisi tempat air itu pecah, maka Asma sendiri yang menambalnya.

Untuk kudanya, Asma yang selalu mencari rumput serta memberinya minum meskipun itu adalah pekerjaan yang cukup sulit baginya. Karena Asma kurang mahir dalam membuat roti, ia mempercayakan pekerjaan tersebut kepada tetangganya, yaitu seorang perempuan Anshar yang ikhlas. Asma hanya tinggal memberikan campuran gandum dan air kepadanya dan perempuan itulah yang kemudian mengolahnya hingga menjadi roti.

Setibanya di kota Madinah, Rasulullah Saw. memberi hadiah kepada Zubair ra. berupa sepetak tanah yang letaknya tidak jauh dari kota. Tanah tersebut lalu ditanami pohon kurma. Kurma yang dihasilkan pun cukup melimpah. Suatu hari, Asma berjalan sambil membawa buah kurma di atas kepalanya. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Rasulullah Saw. yang sedang menunggang unta bersama beberapa orang sahabat Anshar lainnya.

Ketika Rasul melihat Asma, beliau pun langsung menghentikan untanya. Asma pun diajak untuk menunggang unta bersama beliau. Namun karena merasa malu dan khawatir nantinya Zubair ra. yang bersifat pencemburu akan marah terhadapnya, Asma pun menolak tawaran itu secara halus. Rasul pun memahami hal itu seraya meninggalkan Asma.

Setelah sampai di rumah, Asma langsung menceritakan kejadian ini kepada Zubair ra. Ia pun bercerita betapa ia merasa malu dan khawatir kalau-kalau Zubair ra. akan merasa cemburu dan marah kepadanya. Di luar dugaan, ternyata Zubair ra. tidak marah sama sekali. Justru ia lebih cemburu terhadap Asma yang selalu membawa buah kurma di atas kepalanya sedangkan Zubair ra. tidak bisa membantunya. Sama halnya dengan Rasululllah Saw., Abu Bakar juga memberi Asma seorang hamba sahaya untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Dengan demikian, pekerjaan Asma pun menjadi lebih ringan.

Muslimah Dermawan

Asma binti Abu Bakar juga merupakan seorang muslimah yang sangat dermawan. Pada awalnya, ia memang selalu menghitung hartanya sebelum ia keluarkan di jalan Allah. Namun saat Rasululullah Saw. mengetahui hal ini, beliau bersabda, “Janganlah kalian menyimpan-nyimpan atau menghitung-hitung (harta yang akan diinfakkan). Apabila mampu, belanjakanlah sebanyak mungkin.”

Sejak saat itu, Asma jadi semakin banyak mengeluarkan hartanya di jalan Allah. Ia pun selalu memberi nasihat kepada perempuan dan anak-anak yang ada di rumahnya untuk selalu mengeluarkan harta di jalan Allah. Jangan sampai hanya menunggu harta sisa belanja hanya untuk bersedekah. Kalau demikian, kesempatan untuk membelanjakan harta di jalan Allah menjadi berkurang karena kebutuhan manusia itu selalu bertambah. Kalau harta kita selalu digunakan untuk bersedekah, kita tidak akan pernah merasakan kerugian.

Selain materi tentang Asma binti Abu Bakar, kami juga menyediakan info peluang bisnis. Program reseller Pijar Rabbani bisa jadi alternatif bisnis di masa pandemi seperti sekarang.

Demikian informasi tentang asma binti abu bakar sosok perempuan mandiri, semoga post ini bermanfaat untuk kalian. Kami berharap postingan ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi :

About the author

Hijab Muslimah

Leave a Comment